Senin, 26 Agustus 2019

Jurus terjitu

Malam yang dingin menyelimutiku dikamar ini, sedingin hatiku. Aku meraih remote ac yang tergeletak dimeja dan segera ku matikan ac dalam kamarku, agar tubuhku tak terlanjur kedinginan.
Dengan ditemani secangkir cokelat panas dan beberapa potong kepingan oreo. Akupun menyeruput cokelat panas ini dari cangkirnya dalam genggaman jemariku dan memakan sepotong  kepingan oreo.
pikiranku'pun menerawang jauh keluar dari kamar ini.
Melintasi ruang waktu menembus masa.
Sebuah masa dimana aku pernah terdampar disana,
Aku punya kisah.. Dulu aku pernah punya seorang cowok yang begitu posesif dan terlalu mengekangku.
Intinya saat itu aku tidak bebas menjadi diriku sendiri. Aku tidak bisa leluasa mengekspresikan diriku.
Entah kenapa aku pernah berada dalam hubungan yang seperti itu.
Hubungan yang sejujurnya sangat tak nyaman bagiku.
Aku tertawa mengenangnya.. Lebih tepatnya menertawai diriku sendiri,
Aku merasa kasihan pada diriku yang saat itu.
Kenapa bisa bisanya terjebak dalam hubungan yang sangat tidak mengasikan dan penuh tuntutan harus seperti yang dia mau.
Aku harus begini , aku harus begitu sesuai katanya.
Seperti lagu jurus terjitu dari tangga ya seperti itulah kisahku.
Akhirnya akupun bisa terlepas darinya.
Dari dia yang sangat menyebalkan dan memuakan buatku.
Meski harus sekuat tenaga.
Dia memang baik sih sebenarnya padaku, namun aku tak suka hubungan yang seperti ini.
Entah dia memang begitu menyayangiku atau hanya sebatas obsesinya semata.
Aku tak tahu..
Yang pasti kini aku sangat bersyukur sudah jauh meninggalkan kisah itu.
Dan aku banyak belajar dari kisah itu.
Biar bagaimanapun dia pernah menjadi seseorang yang kusayangi juga saat itu.
Namun semakin aku bersamanya dan mengenalnya ternyata dia seposesif itu padaku, sehingga aku tak bisa bergerak dengan sebenarnya menjadi aku yang memang diriku.
Bukan cinta seperti ini yang aku mau.
Bukan cinta yang merubahku menjadi oranglain. Menjadi yang harus dia mau.
Aku tak suka,
Aku ingin cinta yang menuntunku tanpa merubahku.
Cinta yang berjalan apa adanya namun membawa perubahan dalam hidup untuk menjadi lebih baik lagi.
Cinta yang selalu membuatku terinspirasi dan merasakan kehangatan,
Cinta yang romantis dan indah.
Begitulah cinta yang ku mau.
Sebenarnya hingga kini dia masih belum menyerah seutuhnya terhadapku. Meski hubungan kita telah berakhir lama.
Ada saja ulahnya. kadang membuatku lucu,kadang membuatku tak nyaman.
Sebisaku aku selalu bersikap tegas padanya.
Entahlah aku harus bagaimana menanggapinya ?
Akupun mendiaminya.
Tak hiraukannya seolah menganggapnya tak ada.
Sebenarnya aku merasa terganggu akan kelakuannya.
Namun dia begitu pantang menyerah.
Pernah meski ku sudah dengan yang lain, dia tidak peduli dan tetap berusaha meyakinkanku.
Dia bilang dia jauh lebih baik dari pria yang bersamaku.
Apakah cinta sampai segitunya ?
Kadang aku merasa takut memikirkannya.
Cinta macam apa yang dia miliki untuk ku ?
Kenapa sampai segitu nya ??
Bukankah cinta itu tulus ? yang aku tahu makna cinta sebenarnya itu ketulusan.
Cinta yang dapat merelekan saat kita bahagia dengan orang pilihan kita.
Dia akan tulus melepas kita ikut bahagia atas kita dan mendoakan kebahagian kita.
Aku berharap semoga kelak dia sadar dan akan berlaku tulus seperti yang aku ucapkan. Aamiin.
.
.
.
.
Jurus terjitu

Tak tertahan lagi
Semakin tak terkendali
Kesalku pada cinta lugumu
Sejuta percaya ku berikan
Malah kau jadikan tantangan
Bagi sifatku yang bertabrakan
Dengan kesetiaan
Entah harus apa lagi
Harus gimana lagi
Melarikan diri darimu
Adakah jurus terjitu
Tuk yakinkanmu
Bahwa ku tak mau
Lagi bersamamu
Ku coba buatmu terluka
Terluka sedalam dalamnya
Dan padamkan cintamu yang bergelora
Tapi semakin ku sakiti
Semakin kau coba berdiri
Dan halangi hasratku yang ingin
Melarikan diri
Entah harus apa lagi
Harus gimana lagi
Melarikan diri darimu
Adakah jurus terjitu
Tuk yakinkanmu
Bahwa ku tak mau
Lagi bersamamu
Semoga ku temukan jurus terjitu
Ataukah putuskan
Berhenti mencari dan nikmati cintamu
Lucunya Dirimu
Lugunya cintamu
Percaya saja padaku
Itulah katamu
Tak ada tantangan
Jangankan deg dengan
Buatku bosan
Sakitimu lagi dan dirimu berkali kali
Tetapi kau trus disini
Tetap trus berdiri
Sudah ku kalah
Aku kan menyerah
Entah harus apa lagi
Harus gimana lagi
Melarikan diri darimu
Adakah jurus terjitu
Tuk yakinkan mu
Bahwaku tak mau
Entah harus apalagi
Harus gimana lagi
Melarikan diri darimu
Adakah jurus terjitu
Tuk yakinkan mu
Bahwa ku tak mau
Lagi bersamamu.
By : Tangga.
Ya kira kira seperti lirik inilah kamu.
Maafkan aku ya ✌✌✌πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ semoga kamu mengerti.

Jumat, 23 Agustus 2019

Aku , cantik dan sebuah alis

Morning..
Untuk pagi yang begitu cerah di akhir pekan ini,
Sinar mentari begitu hangat menembus jendela kamarku.
Aku yang masih tertidur dibalik selimut kesayanganku ini perlahan membuka mata dan merenggangkan tubuhku pada kasur rasanya begitu mager.
Perfeck akhir pekan untuk bermalas malas ria. Me time untuk memanjakan diri sendiri.

Namun niatku terhenti hanya sebatas niatan saja. Ketika ku teringat sebuah janji pada seorang sahabat,
hampir lupa mau nemenin si soraya cari kado untuk pujaan hati tercintanya karena sang kekasih sebentar lagi birthday.
Batal sudah mager dayku dimingguku yang damai ini..huhu.
Demi sebuah janji yang sudah terlanjur kubuat, akhirnya akupun melangkahkan kaki untuk bersiap siap.
Dan sorayapun sudah standby didepan rumahku dengan sepeda motor matic andalannya menjemputku.

Seperti biasa aku selalu berdandan santai dan berpakaian casual menemani soraya memutari bogor kota demi mencari cari kado istimewa.
Ambil sisi baiknya sajalah pikirku sekalian jalan jalan refreshing sederhana untuk aku yang sangat jarang liburan..haha. kasian πŸ˜‚

Kenapa mencari kado pagi pagi sekali ? Karena sebelum mencari kado, sahabatku meminta menemaninya berkunjung kedokter klinik kecantikannya.
Biasa cream racikan dokternya sudah habis.
Sebagai seorang sahabat , aku selalu rutin menemaninya untuk pergi keklinik kecantikan.
Ya anggap sajalah aku sahabat yang bisa diandalkan disela sela kesibukanku sendiri , aku selalu berusaha menyempatkan waktu untuk sahabatku tercinta ini.
Soraya yang sudah menjadi sahabatku since 2011 lalu hingga kini.

Meski aku sudah sering mengantarnya keluar masuk klinik kecantikan ,
Jujur aku sendiri belum pernah sama sekali ikut perawatan apapun.
Meski berkali kali soraya merayuku dan memaksaku dengan iming iming inilah itulah, wajah kita jadi cantiklah, kulit kita putih, mulus dll.
Tetap rayuan rayuan cantiknya belum mempan untukku.
Entah kenapa aku sama sekali belum tertarik pada klinik kecantikan yang kebanyakan perempuan lainnya dengan rela mengeluarkan uang banyak untuk menjadi cantik katanya.
Dan salah satunya adalah sahabatku ini, bagi soraya memasukan jadwal klinik kecantikan dalam agenda hidupnya itu penting.
Soraya begitu terobsesi dan bergantung pada klinik kecantikan.
Yang katanya itu kalau kita enggak pergi keklinik kecantikan belum bisa disebut cantik.
Akupun menghargai pemikiran sahabatku ini tanpa ingin menyinggungnya.
Namun yang aku pikirkan kok bisa bisanya mengartikan cantik dengan pola pikir yang seperti itu.
Hmm..kasihan sekali sahabatku, telah terdoktrin pikirannya dengan slogan slogan klinik kecantikan.huft 😐

Memang belum ada niatan untuk ku mengikuti jejak sahabatku yang selalu rajin pergi keklinik kecantikan.
Bukan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan dan aku tak mampu membayarnya. Bukan..
Selama ini aku selalu rajin menabung, bahkan bisa dibilang aku bukan tipe orang yang rajin menghamburkan uang. Dan kurasa tabunganku pun lebih dari cukup untuk sekedar perawatan diklinik kecantikan , bila memang ku ingin dan ku rasa perlu.
Namun saat ini aku belum membutuhkannya.

Bagiku masih banyak hal yang lebih penting dari sekedar perawatan di klinik kecantikan saja.
Namanya hidup kebutuhan penting setiap individukan tentu saja berbeda beda ya.
Akupun tak menyalahkan soraya yang begitu kecanduan perawatan diklinik kecantikan.
Itu pilihannya, itu kesenangannya. Ya silakan menjalaninya.
Begitupun dengan pilihanku ini..
Ya karena aku pikir dari sudut pandangku yang kadang tidak seperti kebanyakan cewe cewe lainnya,
Dari pada perawatan diklinik kecantikan, aku lebih memilih perawatan dengan bahan bahan yang alami saja.
Lebih hemat, jelas. Hasil konsisten dan yang pasti sangat aman.
Banyak kok bahan bahan yang tersedia dari alam dan tentunya lebih baik.

Sebenarnya kata CANTIK itu sendiri tergantung bagaimana kita memaknainya.
Cantik itu bukan melulu soal penampilan kita, fisik kita, wajah ataupun tampak luaran dari diri kita.
namun buatku cantik itu lebih dari personalnya orang itu sendiri.
Iner beauty yang memancar.
Memang definisi cantik itu bermacam macam dan banyak sekali jenisnya, tak akan ada habisnya bila membahas soal kata cantik wanita.
Meski penampilan dan wajah itu selalu jadi nomer one untuk orang orang memandang diri kita.
Sejatinya cantik itu unik. Aku lebih suka dilihat menarik dari pada disebut cantik.
Buatku seseorang yang memiliki daya tarik terlihat lebih baik dari pada sekedar paras cantik atau rupawan saja.
Jauh lebih berkualitas dan penilai'an nya'pun masuk kelas yang berbeda ( yang aku maksud level berpikirnya lebih berkelas satu tingkat dari pada orang orang pada umumnya. )
Siapapun yang memiliki hati baik dan kepribadian baik akan bersinar dengan sendirinya.
Kecantikan alaminya akan memancar dan membuat daya tarik untuk orang orang disekitarnya.
Ya inilah aku, si pemikir yang berasumsi cantik itu adalah iner beauty.
Cantik itu adalah menghargai diri sendiri,
Cantik itu adalah mencintai diri kita apa adanya.
Memang tidak semua orang dapat menyadarinya hanya orang orang yang memiliki hati murni dan tulus yang dapat merasakan adanya aura kecantikan dalam diri orang lain.
Orang orang yang selalu berpikir baik dan melihat dari segala sudut pandang bahwa setiap pemikiran itu tercipta untuk dapat saling dihormati.
Duhkan jadi panjang lebar gini sih bahas kata cantik itu.
Kan tadi aku udah bilang bahas cantik itu gak akan ada habisnya..heuheu.
Balik soal sahabatku,
Setelah selesai dari klinik kecantikan,
Aku dan soraya lanjut mencari sebuah kado.
Setelah mengunjungi beberapa toko, beberapa mall besar dikota bogor ini akhirnya soraya menemukan kado yang dia cari.

Haripun sudah sore tanpa terasa seharian kita mengubek ubek kota bogor.
saat diperjalanan pulang , tiba tiba hujan deras.
Akhirnya kita berduapun berteduh pada sebuah halte panjang dipinggiran jalan kota bogor.
Satu persatu orang orangpun berteduh, dari pejalan kaki hingga pengendara sepeda motor. Menepikan motornya untuk berteduh sejenak dari guyuran hujan ini.

Dan pandanganku'pun tertuju seketika pada mbak mbak yang baru saja berteduh dengan payungnya dan seorang temannya.
Tepat didepanku mbak mbak itu berkata pada temannya
" aduh gawat hujannya deras banget lagi nih, alis gua gimana nih ? Pasti berantakan deh. Dan temannya berkata gawat alis gua luntur, alis lu juga berantakan tuh kena air hujan dan blalala.. "
mereka berdua membicarakan alis tepat didepanku.
Maaf loh ,, bukan aku mau menguping obrolan orang lain. ya mau gimana lagi orang terdengar jelas ditelingaku.
Aku rasa bukan aku saja yang mendengarnya, orang orang disekitarnya'pun mendengar pasti,
Seperti bapak bapak disebelahnya, mas mas ojol, ibu beranak yang tak jauh dari mbaknya berdiri, begitu juga soraya disebelahku'pun mendengarnya.
sorayapun refleks memegang kedua alisnya perlahan, memastikan apakah alisnya yang sudah diukir berjam jam dengan pensil alis itu ikut berantakan karena kehujanan juga. ??
Sekilas ku melirik soraya dan ia sedang membuka kaca bedak padatnya. ketularan mengecek alis memastikan alisnya baik baik saja dan diam ditempatnya berada.

Tiba..tiba ada rasa menggelitik dihatiku memperhatikan pemandangan disekitarku.
Dan akupun menjadi terinspirasi untuk menjadikannya cerita diblogku ini,
Blogku yang amat sangat sederhana membahas cerita sehari hari hidupku yang tak berirama ini dan ku tuangkan dalam sebuah tulisanπŸ˜… yang kusebut iseng menulis dalam blog bagaikan buku harian.
Mengisi waktu senggangku dengan cerita sederhana hidupku. ( terimakasih loh sahabatku soraya dan mbak mbak alis yang tak ku tahu namanya πŸ˜‚ untuk inspirasi tulisan absrud ku ini )

Lanjut soal alis ya.. πŸ˜…πŸ˜…
Kenapa harus seribet itukah menjadi perempuan hanya karena sebuah alis ?
Alis yang menjadi bingkainya mata penghias wajah kita.
Hanya karena alis harus terlihat sempurna dan spetakuler demi diakui orang lain.
Disebutnya kita menjadi kekinian karena ukiran alis ini,
padahal belum tentu ukiran alis kita cocok dengan wajah kita.
Tapi bagaimanapun aku harus menghargainya, salut banget untuk mereka perempuan yang rela meluangkan waktu tambahan dandannya untuk mengukir sepasang alis diwajahnya.
Kedua alisnya diukir dengan pensil alis serapih dan sebaik mungkin, diberikan kesan natural. Namun tetap saja kurasa hasilnya tidak akan sama persis benar benar 100% mirip dengan alis disebelahnya.
Ya seperti kaki dan tangan kita menurut penelitian kaki dan tangan itu tidak benar benar sama persis dari keduanya. Begitu juga dengan alis.
Apalagi yang diukir dengan tangan kita, mereka hanya tampak sama saja.
Makanya banyak yang mengukir alis kadang ada yang panjang sebelah ujungnya atau pendek sebelah, yang begitulah manusia berusaha menjadi sempurna tetap tak akan bisa sempurna.

Alis oh alis..
Salah satu ketakutan terbesar perempuan bila terlihat berantakan.
Lucu sekali ya bila aku memikirkannya.
Disaat perempuan perempuan lain dengan cemasnya , paniknya dan takutnya akan alisnya berantakan.
Aku dengan santainya menanggapi alisku.
Alis yang menemaniku dalam panas dan hujan ,
alisku yang terlihat.. ya biasa biasa saja dan apa adannya tanpa sentuhan pensil alis sama sekali.
Meski ada saja temanku yang bilang
" tha, alis kamu berantakan deh rapihin dikit dong atau diukir aja pakai pensil alis biar lebih bagus dan memikat "
Akupun selalu hanya tersenyum menanggapi ucapan temanku.
Makasih loh udah perhatiin alis aku ini.
Alis aku yang begini bentuknya.

Iya aku tahu banget , ,
ALIS aku itu berantakan.. tebal lagi.
Terus gimana dong ? Ini ciptaan Tuhan loh, namun aku bersyukur banget punya alis tebal.
So.. gak perlu pakai pensil alis buat menebalkannya, buat mengukirnya ,
Gak perlu ribet ribet ngebentuk pula.
Gak takut luntur kehujanan lagi.
Iya gak ???
Ketika kebanyakan perempuan lain sibuk membentuk alisnya untuk terlihat sempurna,
Disitu aku benar benar sangat BERSYUKUR menghargai pemberian Tuhan.
Tuhan begitu sayang padaku, salah satunya memberikan alis indah ini.
Dan tanpa pernah terpikir untuk aku merubahnya.
Biarlah seperti ini adanya terlihat natural.

" maka nikmat tuhan mana lagi yang perlu kau dustakan "

Memang hanya sebuah alis,
terlihat begitu sepele..
namun percayalah sebagian perempuan diluar sana merasa tidak percaya diri karenanya.

Sekali lagi aku bersyukur karena sebentuk alis ini,
begitu besar nikmat yang tuhan berikan untukku.
 Alhamdulillah, syukron lilah πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ πŸ˜‡πŸ˜‡

#dairytita #mydaily
Note : makasih loh sahabatku untuk minggu kemarin yang menyenangkan.

_ Tita nurlela _


Dan dibawah ini beberapa penampakanku dengan alis tebalku yang tak pernah aku ukir dengan pensil alis sekalipun.
Memang sedikit berantakan, namun aku bersyukur sekali untuk alis ku yang lebat ini πŸ˜ŠπŸ€—


" cintailah dirimu dan jadilah versi terbaik dirimu sendiri ,
dirimu yang apa adanya dengan keunikan yang melengkapi nya.
Jangan lupa banyak banyak bersyukur atas dirimu, hidupmu dan waktumu "
 :-) :-) :-) :-) ❤❤❤❤ :-) :-) :-) :-)



















" PADA AKHIRNYA.. "

Dan pada akhirnya..  Bertemu dengan mu atau tidak dalam hidup ku? Itu tidak mengapa bagiku,  Setidak nya aku bisa belajar banyak hal dari mu...