Berkali kali ponselku berdering, namun aku mengabaikannya..
Karena dari nomer asing.
Aku tipekal orang yang jarang sekali mengangkat telepon dari nomer baru, entah mengapa tak suka saja..
Kecuali memang sudah ada pemberitahuan sebelum nya.
Karena ini nomer pribadi ku bukan nomer kerjaan/bisnis.
Jadi enggak sembarang orang mengetahui nya hanya orang orang terdekatku saja.
Akupun tipe orang yang jarang sekali mengganti nomer pribadi.
Bila aku mengganti nomerku, sudah pasti ada alasan yang tak bisa ditoleransi lagi bagiku.
Nomerku yang saat ini, sudah kurang lebih lima tahun menemaniku.
Dan tiba tiba nomer baru yang sama meneleponku terus saja menghubungiku lagi, tapi tetap tidak aku angkat teleponnya.
Karena jika teman teman dekatku mengganti nomernya pasti mereka sudah tahu bahwa aku tidak suka mengangkat telepon dari nomer baru, mereka tidak akan meneleponku untuk memberitahu ganti nomer, melainkan orang orang terdekatku cukup mengirimiku pesan saja atau menchatku via wa.
Pasti aku akan mensave nomer baru mereka.
Akhirnya nomer asing itu menyerah tak meneleponku lagi. Namun tiba tiba pesan masuk dalam inbok smsku.
"ini gua tita, tolong angkat teleponnya sebentar"
Aku hanya membaca smsnya..
Aneh sekali dia bilang gua? Ya terus guanya itu siapa?? Enggak jelas banget ini orang sms gini.
Dia sms bukan chat wa.
Tak lama ada panggilan masuk kembali kali ini via wa masih tetap sama dari nomer itu. Yups.. Si nomer baru lagi.
Tidak ada pp nya alias poto profil di wa nya hanya gambar kosong.
Akhirnya aku pun mengangkat panggilan wa itu.
Aku masih tidak bersuara, hanya mengangkatnya saja..
Orang itupun yang meneleponku hanya terdiam tidak berkata.
Aneh banget, aku matikan saja panggilan telepon wa nya.
Lalu dia menchatku,
"kenapa dimatiin tha? Gua belum ngomong"
Aku balas chat wa nya "ini siapa? To the point aja,Buat apa nelepon kalau gak bicara"
Tak lama dia meneleponku kembali,
Bukan dari wa tapi dari panggilan telepon.
Seketika aku mengangkat teleponnya..
Kali ini dia membuka suaranya
"sorry tha, kalo gua ganggu lo"
Gua cuma bingung gimana cara menyapa lo?
Masih inget gua gak ta?
Aku terdiam, mana mungkin aku lupa suara ini..
Aku : "jangkung"??
Dia : Iya gua jangkung.. Lo apa kabar beloo??
Aku : astaga jangkung, gua baik. lo kemana aja?
Dia : ada.. Hmm... Gua masih disini aja belo,
Aku : Disini dimana?
Dia : ditempat gua berdiri,
Aku : hah, maksudnya?? Kabar lo sendiri gimana?
Dia : gua rasa lo juga paham, gua juga baik belo..
Dan blablablabla.. Akhirnya kita ngobrol panjang kali lebar dalam telepon,
Ya allah jangkung,, lo kembali.
Antara senang dan bingung sebenarnya..
Tapi syukurlah lo selalu baik baik saja.
Dua tahun bukan waktu yang sebentar, dia ngilang tiba tiba dari hidupku.
Dia bilang untuk menata hatinya, mencoba melupakan.. Tapi tetap gak bisa,
Katanya aku terlalu berharga untuk dilupa.
Semakin berusaha melupakan aku, entah kenapa semakin dia mengingatnya.
"lo enggak pernah bisa pergi dari pikiran gua beloo" begitu katanya..
Gua gak pernah bisa benar benar buat membenci lo.
Sayang nya.. gua enggak nemu satu alasanpun buat gua benci sama lo.
Jangan salah paham ya..
Jangkung ini adalah sahabat aku, yang sudah dua tahun hilang tanpa kabar.
Dia sendiri yang memutuskan untuk menjauh dariku, untuk pergi dariku.
Aku tak pernah memintanya untuk pergi. Itu kemauannya sendiri.
Aku mengerti kenapa dia menjauh? Kenapa dia pergi?
Karena rasanya sendiri yang dia beri untukku.
Aku mengerti dan sangat paham.. Mungkin itu cara dia untuk menyembuhkan dirinya. ( self healing nya )
Jika harus menghilang dari hidupku, ya silakan.. Aku tak akan menahannya.
Aku tahu dia menyukaiku, dia menyayangiku lebih dari sahabat. ( sudah 3x dia mengungkapkan rasa nya padaku )
Sahabat jadi cinta lebih tepatnya.. Tapi bagiku dia tetap sosok sahabat.
Aku tak bisa membalas rasanya.
Dia bilang :
"Berkali kali gua menyembuhkan luka gua, mencari yang seperti lo.. Tak ada satupun yang seperti lo.
Gua juga gak paham, gak mengerti kenapa hati gua stuck di lo beloo" ??
Gua gak pernah bermaksud mengganggu hidup lo lagi, mengganggu lo dengan nya..
Gua cuma pengen lo tahu, kalau gua kangen banget sama lo.
Sekali ini aja.. Ijinin gua.. biarin gua ngobrol lama sama lo walau hanya ditelepon.
Gua kangen denger cerita lo, gua kangen bahas apapun sama lo, gua kangen jadi sahabat lo lagi.
Gua yakin lo pun tahu beloo.. Gua selalu stalking ig lo, dan baru beberapa minggu kemarin gua mulai berani kembali like postingan lo,,
Gua enggak pernah sama sekali ada niat buat blokir semua akses gua yang tertuju sama lo. Sekalipun sosial media lo.
Seperti yang lo tahu.. Tentang lo gda satupun yang gua blokir.
Ini nomer gua yang sekarang..
Lagi lagi gua kalah dari logika gua sendiri.
Dan hari ini gua beraniin diri lagi buat nyapa lo kembali.
Maafin gua yang lari gitu aja, gua ganti nomer biar gua tenang lupain lo..
Tapi nyata nya? Gua tetap gak bisa.
Maafin gua, kemarin kemarin sempat ngilang tanpa kabar..
Hari inipun gua berani telepon lo,, karena salah satu orang terdekat gua bilang
"mau sampai kapan gua seperti ini?" bahwa sekalipun dengan memutus komunikasi gua sama lo, itu enggak akan merubah apapun" yang ada buat gua tambah tersiksa.
Kalaupun akhirnya gua harus menjauh, gua ingin berakhir damai.. Bukan seperti gua yang kemarin menghilang begitu saja.
Akhirnya gua beraniin diri buat nelepon lo lagi, meski penuh dengan pertimbangan dalam diri gua..
Butuh waktu lama buat gua jernihin pikiran gua, buat menerima kenyataan..
Bahwa lo memang sahabat gua,
Gua emang pengecut, enggak tahu caranya harus gimana? Untuk berdamai dengan diri gua sendiri tentang lo.
Tapi kini gua sadar, enggak seharusnya gua bersikap gini?
Kita udah sama sama dewasa..
Ada yang lebih penting dari rasa cinta gua untuk lo.
Yaitu persahabatan kita, jauh lebih berharga dari apapun.
Meski lo enggak bisa gua miliki, menjadi bagian dalam hidup lo sebagai sahabat lo adalah hal terindah yang pernah ada.
Karena gua tahu cinta enggak harus selalu memiliki ataupun bersama.
Benar kata tulus, dan lo juga pernah bilang sama gua
"cinta itu banyak bentuknya, mungkin tak semua bisa bersatu" -sepatu.
Satu hal yang harus lo ingat beloo..
"Dimanapun lo berada, kapanpun lo butuh gua.. Gua akan selalu ada buat lo"
Gua pengen jadi orang yang pertama lo cari disaat lo sedih. Ok! Lo bisa janji itu kan sama gua?
Tenang aja, gua enggak akan pernah sama sekali ganggu kehidupan & bahagia lo dengan nya.
Lo senang, lo bahagia.. Gua akan ikut bahagia menyertai lo.
Gua serius.. Gua tulus, berdoa segala hal baik untuk hidup lo beloo.
Aku terdiam dari ponselku mendengar ucapan dari sahabatku ini,
Aku tahu perkataan nya memang tulus dan serius.
Karena dia tipekal orang yang kalau lagi ngomong serius ya bakal serius.
Aku sudah mengenalnya dari lama, bahkan dari smp.
Jadi aku amat tahu dia.
Banyak hal yang kita bahas dalam telepon itu.
Salah satu nya tentang lagu raisa.
Jangkung bilang..
"Bukan lo aja yang suka sama lagu raisa yang jatuh hati" lo pernah bilang sama gua, lo suka lagu ini karena jatuh hati sama seseorang tapi tak bisa lo miliki.
Begitupun dengan gua saat ini..
Lagu raisa itu buat lo
" ku tak harus memilikimu, tapi boleh kah ku selalu didekat mu?"
.
.
.
_titanurlaila_