Jumat, 25 Februari 2022

Tak berjudul


Hai.. Mynoted diBlog ini..
Im back, Apa ya yang mau aku tulis? Entahlah.. Aku cuma lagi kepengin nulis aja.
Beberapa saat yang lalu aku teringat tulisanku sudah tertinggal jauh dan belum aku perbaharui kembali.
Padahal bab bab selanjutnya sudah ada hanya saja belum aku publish diwebnovel nya.
Dan kini tiba tiba saja aku jadi teringat sang tokoh utama ceritaku dalam novel.
Tenang saja, ini bukan rindu kok.. Hanya mengingat saja..
Entah kenapa hatiku kini lebih merasa lapang banget seperti lapangan bola bahkan luasnya jagat raya alam semesta hehe,
Tidak ada rasa yang menggajal kini dalam hatiku, bahkan rasa yang tertinggalpun sudah tidak aku rasakan.
Rasanya plong banget.. Indah dan aku merasa jauh lebih bahagia menjalani hidupku kini :)
Ternyata saat ini aku telah menyadari nya. 
Akhirnya aku sudah sampai ada dimasanya kini..
Ada dititik dimana kini ketika mengingatnya, menyebut namanya, bahkan menceritakan tentangnya.. Aku sudah biasa saja.
Sudah tidak berdebar lagi, tidak ada sedikitpun rasa yang tertinggal kini.
Rasaku sudah benar benar biasa saja dan sudah terbiasa kini.
Memang tentangnya tak akan pernah ada habisnya jika aku terus menceritakannya.
Bahkan hingga kini, tulisan pertamaku pun tentangnya, tentang kisahku dengannya, tentang cerita kita belum usaiku tulis masih terus on going dalam tulisan yang ingin aku buat menjadi sebuah buku novel romansa remaja bagai cerita roman picisan.
Terkadang ada saatnya aku begitu bersemangat sekali saat menulis dan menceritakan tentang kita, juga tentangmu.
Namun terkadang ada masa dimana aku sedang tidak semangat atau badmood untuk menulis cerita.
Menurut survei kebanyakan orang itu hal wajar sekali..
Salah satu fase dalam menulis,
Cape menulis ya berhenti dulu sesaat.. Beri jeda hati dan pikiran kita..
Karena menulis butuh imajinasi yang tinggi, butuh pemahaman hati yang luas, butuh pikiran yang jernih sejernih air disamudra.
Diam sejenak, kumpulin energi kembali setelahnya lanjutkan lagi masuk dalam cerita yang sedang dirangkai oleh pemikiran, diketik oleh tangan, dipahami oleh rasa agar menjadi tulisan yang berkesan dan memberi inspirasi untuk siapapun yang membacanya.
Lagi lagi aku hanya sedang ingin bercerita saja..
Bercerita tentangnya kembali..
Menulis tentangmu,
Menulis kisah kita,
Masuk kedalam cerita remajaku,
Pikiranku pun selalu tertuju padamu.
Aku tahu ini adalah tahap untuk menyesuaikan irama dan rasa dalam setiap tulisan,
Aku rasa bukan hanya aku saja yang merasakan seperti ini? Tapi setiap penulis merasakan fase ini..
.
Arsip arsipku tentangmu, yang sudah ku simpan jauh dan tertata rapih ini,
Seolah olah kembali berserakan dan berantakan jadinya.
Semakin bercerita tentang aku dan kamu,
Semakin masuk kedalam jiwaku, seolah aku benar benar bermain dalam taman masalaluku.
Dan mengunjungi kilas balik kembali.
Juga aku merasa terdampar dan tersesat dalam dunia imajinasi yang sedang aku ciptakan sendiri,
demi membuat lebih hidup dan membangun karakter para pemain didalam ceritaku ini.
Kamu dengan mudahnya hadir dan tersenyum dalam isi kepalaku, dengan sorot mata itu..
Matamu yang selalu menghangatkan hatiku, namun mengingatmu membuat hatiku remuk redam jadinya.
Sorot matamu tak pernah benar benar aku lupa.
Senyummu, tawamu, dan tentangmu.
Lagi dan lagi bermain bersama bayang bayangku juga bayang bayangmu dalam ruang dikepalaku.
Untuk menjadi novel yang indah dan bermakna,
Aku turun langsung kembali menyelami semua yang aku ingat tentangmu,
Kesan dirimu yang kamu buat dan kamu tinggalkan untuk aku ingat dalam hidupku. Aku membangun tentangmu dalam hati dan pikiranku lagi.
Meski sebenarnya aku sudah tidak mau tahu dan mengingat ngingat tentangmu kembali.
Demi ceritaku, tulisanku ini..
Yang aku buat untuk menjadi novelku kelak, agar menjadi sebuah karya yang berkesan dan memberi inspirasi untuk orang orang yang membacanya nanti.
.
Dalam isi kepalaku kau bermain dan bergerak dengan bebasnya,
Aku melihat dan mengingatmu sebagai sosok remaja bukan kamu yang hidup dimasa kinimu.
Karena kamu yang ada dimasa kini, akupun sudah tak tahu lagi tentangmu?Kabarmu? Bahkan hidupmu..
Ya karena aku memang sudah benar benar tidak mau tahu dan mencari tahu keberadaan hidupmu lagi.
Dimataku, dalam ingatan aku dan bagiku..
Kamu adalah sesosok remaja yang aku temui dan aku kenal dipersimpangan jalan masa remajaku, masa putih abuku.
Kamu ya kamu.. Dirimu yang waktu itu ada dan memberi warna dalam hari hari masa remajaku.
Dengan caramu kamu berhasil membuatku jatuh hati padamu.
Caramu yang susah ditebak dan penuh kejutan untuk aku gadis remaja yang menemukan arti cinta semanis roman picisan,
Untuk pertama kalinya dalam hidupku,
betapa indahnya rasa, saat aku dicintai dan disayangi dengan tulus oleh seorang manusia lain yang bukan anggota keluargaku.
Seseorang yang tak pernah menuntutku apapun namun mengajarkan aku arti menjadi diri sendiri.
Membuka mata dan jendela warna baru untukku bersamamu.
Tahukah kau..
Kau telah berhasil.. Membuatku dengan setulus hati menyayangimu tanpa tapi.
Lewat tulisan dalam novelku ini, aku ingin mengabadikan kisah kita.
Wahai sang cinta pertamaku dalam masa remajaku.
Meski dengan atau tanpamu kini dihidupku, aku selalu berharap dimanapun kini kamu berada semoga selalu baik baik saja dalam hidupmu.
Kehidupan telah mengajariku banyak hal kini untuk dapat memahami dan mengerti lebih baik dalam hidup.
Tidak lupa untuk lebih bersyukur karenanya..
Terimakasih untukmu, untukku, untuk cerita kita dan juga untuk hidup yang pernah kita lalui saat masa remaja kita :)
.
.
.
"Pada akhirnya cerita kita memang tidak sesuai ekspetasi, namun ini akan menjadi bagian cerita terbaik( untukku )
Kamu manusia baik, lembut dan bertutur dewasa dalam memperlakukan dan damai dalam pemikiran.
Aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu, melampaui kisah ini, meski aku dan kamu sama sama tahu akhirnya.
Bersamamu aku senang, aku tenang itu yang aku tahu.
Semesta sempat baik padaku, mendatangkan kamu diwaktu yang tepat pada saat itu, tapi ketahuilah kehilangan cerita bersamamu bukan hal yang aku mau setelahnya. 
Namun,,
mungkin takdir punya jalan lain..
Jalan yang baik dan sangat baik dari yang pernah aku harapkan" -Windi Ariska-
.
Dan kini aku sadar, akhirnya aku tahu.. Semesta memang selalu amat baik padaku bahkan terlalu baik.
Ceritaku jauh lebih indah setelahnya..
Dan bermakna pada akhirnya.
Namanya hidup selalu ada yang datang dan pergi, memang seperti itu cara kerjanya.
Memberi pengalaman, pengajaran untuk kita tumbuh kedepannya menjadi manusia yang lebih baik lagi.

.
"Dia tidak fiksi,
hanya saja aku yang begitu tinggi berekspetasi,
Sehingga aku terlalu berimajinasi,
Meskipun aku tahu..dia bukan sebatas ilusi."



_ Tita nurlaila _

" PADA AKHIRNYA.. "

Dan pada akhirnya..  Bertemu dengan mu atau tidak dalam hidup ku? Itu tidak mengapa bagiku,  Setidak nya aku bisa belajar banyak hal dari mu...