Rasa nya baru kemarin.. Iya benar banget seolah olah baru kemarin kita berpisah,
Namun sang waktu menyadarkan ku, ternyata sudah selama ini..
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. . Bahkan tahun berganti tahun.. Dan sudah lebih dari sewindu kini.
Aku pun sudah hampir lupa, entah berapa jarak terbentang yang membuat kita sudah menjadi jauh bahkan terkesan asing kini.
Aku menjalani hidupku, begitupun juga kamu.
Namun,, tiba tiba seolah bagai terguyur hujan disiang hari saat cuaca sedang panas benderang..
Entah ada apa gerangan?
Entah aku harus merasa senang atau sedih menyambutnya? Namun kenyataan nya aku sudah biasa saja kini..
Ini sudah ketiga kalinya ia datang meyapaku, entah apa yang ada dalam pikiran nya? Hanya sekedar ingin tahu? Berbasa basi semata? Merasa sesal? atau memang absurd sekalipun..? Aku jelas tidak tahu options mana yang dia pakai???
Saat itu pertama kali nya ditahun 2015 lalu..
Kamu kembali menghubungiku setelah tanpa pamit ditahun 2009 dalam masa remaja kita, saat kamu memutuskan pergi dari kehidupan ku.
Ditahun 2015, kamu mengirimi ku pesan bahkan menelepon ku.
Kita berbicara cukup lama dalam telepon dan membahas banyak hal.
Saat kita bercakap rasanya seru sekali, campur aduk rasanya namun berujung sendu untuk kita.
Kamu tak bisa berkata kata lagi saat kamu mengatakan kata kata yang membuat ku tercengang, namun aku masih bisa menguasai hatiku.. Kata pamit dan ijin darimu.
Meski aku tak melihatmu, aku tahu dari nada suaramu pun kamu membiru dibalik telepon itu.
Aku bisa apa? Harus ku akui, aku kecewa mendengarnya.. Namun aku bisa apa? Hidupmu adalah pilihanmu.
Aku merestui mu tanpa terucap dan turut mencoba bahagia untukmu.
Aku pun memutus telepon kita dengan diakhiri derai airmata yang jatuh tanpa permisi dengan deras nya dari kedua mataku.
Akhir telepon kita pun tak berujung manis, ini cerita ditahun 2015.
Setelahnya semua kembali seperti biasa, aku tetap menjalani kehidupan ku begitu juga dia.
Dan tiba tiba.......
Siang hari,, dalam masa kini ku.
Saat aku sedang mengecek beberapa pesan masuk dalam instagramku(DM)
Mataku langsung tertuju pada sebuah pesan saat membaca nama dari dm itu.
Rupa nya sepupumu menyapaku kembali, saat terakhir kali sepupumu itu pernah mengirimiku pesan pada tahun 2019 silam dalam dm instagramku.
Akhirnya aku tahu ternyata itu adalah kamu.
Saat sepupumu jujur kepadaku memberi tahu bahwa kamu yang mengirim pesan itu, namun melalui akun sosial media milik sepupumu.
Kini pun sama di tahun 2022 tepat nya dipenghujung November kemarin.
Dengan berbasa basi pada umumnya seperti kebanyakan orang,
Sepupumu bertanya kembali kabar tentangku dan bertanya aku sekarang tinggal dimana? Sedang sibuk apa?
Ternyata.. Lagi lagi itu adalah kamu yang sedang cosplay dengan menggunakan akun sepupumu kembali.
Belakangan aku mengetahui nya lagi, sepupumu membocorkan nya kembali seperti saat itu padaku.
Kamu datang kembali menyapaku..
Menanyai kabarku lagi, bertanya aku berada dimana sekarang? Aku sibuk apa? Bahkan dengan lancang nya kamu berkata "RINDU" dan meminta nomer kontak ku.
Jika dari awal aku tahu bahwa pesan itu darimu, sudah pasti aku tidak akan membalas dm akun instagram sepupumu.
Karena aku pikir itu memang sepupumu yang mengirim pesan kepadaku.
Dalam sosial media apapun kita memang sudah tidak saling follow atau berteman.
Namun aku dan sepupumu masih saling mengikuti satu sama lain dalam sosial media masing masing, begitu juga dengan salah satu sahabatmu dan beberapa teman temanmu.(mereka masih tetap menjadi teman temanku juga, meski hanya sekedar disosial media karena dikehidupan real kita semua sudah tidak ada intensitas pertemuan, mungkin sudah saling sibuk dengan kehidupan masing masing)
Aku menghargai mereka(teman temanmu yang menjadi teman temanku juga kini) termasuk sepupumu, maka aku balas menyapanya balik. Meski aku dan kamu sudah tidak ada lagi komunikasi.
Biarkan lah orang orang yang pernah aku kenal melalui kamu, tetap berhubungan baik denganku walau hanya sebatas tegur sapa semata dalam sosial media saja.
Seperti sepupumu dan beberapa temanmu yang kadang masih menyapaku.
Saat aku tahu pesan itu darimu, aku memutuskan untuk tidak membalas kembali pesan itu, terlebih untuk tidak memberikan nomer kontak ku padamu.
Cara mu masih saja sama seperti tempo dulu yang sering kamu lakukan saat menguji ku,
"Iya menguji ku tentang rasa setia ku untuk mu saat itu"
Kamu selalu saja menggunakan akun sosial media orang lain(fb,dulu belum pakai ig) entah akun sahabatmu, akun temanmu, akun sodaramu sampai akun fake pernah kamu buat atau nomer telepon orang lain bahkan nomer baru yang sengaja kamu beli untuk mengirim pesan padaku dengan alasan salah sambung, mengajak aku berkenalan dan lain hal.
Sampai sampai aku sudah hafal betul caramu..
Kamu tahu? Kamu adalah seorang pengecut.
Laki laki pengecut yang pernah aku kenal, mungkin julukan itu tepat untuk mu.
Ini bukan ada apa dengan cinta? Tapi ada apa denganmu?
Kamu kenapa? Jika hanya ingin sekedar tahu tentang kabarku, mengapa tak langsung saja mengirim pesan dari akun sosial pribadimu?
Atau jangan jangan kamu takut dan menjaga perasaan pasanganmu??
Justru dengan kamu bersikap seperti ini, kamu malah menyakiti pasanganmu tanpa kamu sadari, meski pasanganmu tidak tahu.
Kamu diam diam dengan sengaja menghubungiku tanpa pasanganmu mengetahuinya.
Kamu masih saja egois, mau sampai kapan kamu bersikap seperti itu?
Selalu dan selalu kamu menyakiti perasaan perempuan dengan kamu sadar atau tidak.
Aku sudah tidak ingin merumitkan diriku dengan mu kembali.
Susah payah aku bangkit berusaha untuk berdamai dengan kisah kita, dan kini aku sudah sampai dititik... "aku sudah benar benar ikhlas terhadapmu"
Melepasmu, bahkan aku sudah merelakanmu dengan sungguh.
Meski cerita kita tidak berjalan baik saat itu, dan kita sudah menjadi masa lalu kini.
Biarkan lah tetap seperti itu adanya, masa lalu menjadi masa lalu saja.
Karena sudah bukan masa nya lagi untuk berada disana, jika kamu merasa rindu.. Biarkanlah ia menjadi rindu yang paling kamu sesali.
Sudah cukup kamu mengacak ngacak hatiku saat remaja.
Kamu tidak tahukan proses panjang apa yang aku lalui hingga aku bisa berada di tahap ini? Bagaimana aku untuk benar benar melepaskanmu dari hatiku,
Jatuh bangun nya aku yang pernah segenap hati melupa tentangmu bahkan kamu sendiri pernah bilang aku harus moveon.
Aku sudah meninggalkan dengan jauh satu ruang dalam hatiku yang pernah dengan cuma cuma aku bangun untukmu..
Ruang yang pernah terisi dan bersinar kala itu, dimana ada satu ruang yang pernah menghangatkan hatiku.
Dan kini aku sudah tidak pernah masuk ruang itu, meski hanya untuk sekedar mengunjungi nya saja aku sudah enggan.
Mungkin ruangan itu kini telah usang, maka biarkanlah seperti itu adanya.
Aku sudah tidak ingin masuk kembali didalam nya, aku tak mau menoleh nya lagi.
Karena kini aku sudah berhasil membangun banyak ruang dalam hatiku, ada beberapa ruang yang sudah berhasil terisi.. Tentu saja lebih menghangatkan ku kini.
Satu hal yang aku pahami dan tidak pernah aku sesali kini "aku tidak pernah merasa kehilanganmu, tapi kamu yang telah kehilangan aku..seseorang yang pernah dengan tulus menyayangimu tanpa tapi"
Mungkin aku yang dulu memang terkesan begitu naif, namun darimu aku banyak belajar untuk menjadi semakin lebih baik lagi, untuk bertumbuh menjadi lebih bersinar lagi setiap hari nya kini.
Bukan kah masalalu membentuk kita untuk beragam pengalaman karenanya? Agar dimasa kini dan masa depan, kita bisa menjadi versi terbaik diri kita.
Ini hanya sebuah cerita kilas balik tentangmu, Dimana aku yang berada dimasa saat ini, sudah benar benar berdamai atas hidupku juga semua cerita masalaluku.
Dan aku teramat sangat bersyukur, merasa sangat bahagia sekali menjalani hidupku kini bersama orang orang yang menyayangiku dan yang aku sayangi sepenuh hati dalam masa kini ku, semoga dimasa depan pun akan jauh lebih bahagia, bermakna dan berwarna lagi..aamiin 🙏❤
_Tita nurlaila_