Minggu, 11 Februari 2024

B.A.I.T - P.E.R.T.A.M.A

Dear Precious Captain.. 
Kamu tetap lah "BAIT PERTAMA" ku
Kamu yang pernah ku anggap sangat berharga,
Aku yang menjadikan mu sang kapten dalam hidupku.. 
Berharap kamu menjadi pemandu terbaik untuk ku dalam cerita kita. 
Kamu datang dengan tatapan nan lembut dengan penuh kasih sayang itu. 
Datang membawa sejuta cinta, tak heran aku jatuh suka pada seseorang yang membawa senyum manis nan indah itu. 
Aku tidak mengelak, begitu mudah nya jatuh suka kepada mu dengan daya tarik yang kau miliki. 
Bahwa rasa sayang ku sebesar pesona yang kau punya, diantara banyak nya rasa yang kau cinta. 
Ada aku salah satu nya yang berada disana..
Diantara banyak nya cinta yang ingin membersamai mu. 
Terima kasih karena kamu sudah tumbuh dengan begitu baik nya, 
Sampaikan juga pada ibu mu.. 
Segenap Terima kasih dari ku bahwa kamu sudah terlahir kedunia ini, 
Memberi hal positif dalam hidup ku ❤
Seandai nya waktu tidak pernah mempertemukan aku dengan mu kala itu, 
Mungkin akhir nya tak kan pernah menjadi begini? 
Disaat orang orang menyalahkan orang lain tentang arti sebuah pertemuan dan luka karena mencintai orang yang salah.. 
Aku sama sekali tidak pernah menyalahkan mu yang telah hadir dihidupku, meski akhirnya kehadiran mu pun sama seperti yang mereka katakan tentang luka itu sendiri. 
Sekali lagi aku tak pernah menyalahkan tentang mu, 
Kamu tidak pernah salah hadir dihidupku.. 
Aku pernah menyayangimu dengan sangat tulus nya. 
Itu karena aku ya memang menyayangimu, terlepas dari apapun yang kamu rasakan kepada ku? 
Tidak ada yang salah dengan rasa ku untukmu. 
Bukankah siapapun berhak jatuh suka? Termasuk aku bebas menjatuhkan hatiku padamu. 
Ketahuilah kamu tidak pernah menyakitiku sama sekali, dan tidak ada yang pernah menyakitiku dalam hidup ini.. 
Aku terluka, ya karena ekpetasiku sendiri. 
Aku yang terlalu excited menyambut mu dalam hidupku. 
Aku yang terlalu berharap kamu pun merasakan hal yang sama akan diriku. 
Semua tentang mu itu indah, kau nyaris sempurna untuk diabadikan lewat sastra. 
Dan aku terlalu menggebu-gebu akan haus nya aksara tentang dirimu. 
Aku tidak tahu? Mengapa aku tidak bisa mencerna mu dengan logika ku? 
Perasaanku terlalu hebatnya untukmu, hingga aku dibutakan oleh logika itu sendiri. 
Seperti orang bodoh aku mencintaimu.. 
Mengapa diksi ku selalu mengalir begitu saja setiap ku menulis tentangmu. 
Aku sudah jauh melangkah pergi, namun lagi dan lagi aku kembali mengingatmu. 
Seolah kau tak pernah benar benar mengijinkan ku untuk pergi dalam ingatan. 
Meski kenyataan nya kau sudah asing dan entah dimana kini? 
Tetap saja ruang hatiku selalu memanggil namamu berkali kali. 
Dengan senang nya setiap kenangan itu membawaku pada sebuah euforia rasa. 
Mungkin aku terlalu berlebihan saat mendiskripsikan sosok mu dalam tulisanku, 
Bahkan ekspetasi ku pun terlalu tinggi akan caramu bersikap kepadaku. 
Meski aku merasa cinta sendirian.. 
Dari kejauhan narasi ku berterima kasih, 
Karena kamu sudah menjadi hidup dalam imajinasiku, 
Dengan penuh harap aku pun ingin berjumpa denganmu walau hanya sekedar kata.. 
Tenang saja, 
Aku tidak ingin kembali.. 
Aku cuma rindu itu saja! 
Dulu narasi tentang mu adalah hal yang paling sering ku tulis, mungkin kamu salah satu bentuk prosa terlama ku dalam kata. 
Namun kini sudah tidak lagi ada kamu dalam ceritaku. 
Buku cerita mu telah usai, aku pamit. 
Aku tutup semua tentangmu, biarkan ia menjadi arsip kini dalam ingatan ku! 
:) 
_Tita wiradisastra_









" PADA AKHIRNYA.. "

Dan pada akhirnya..  Bertemu dengan mu atau tidak dalam hidup ku? Itu tidak mengapa bagiku,  Setidak nya aku bisa belajar banyak hal dari mu...