......
Bedain bisa memberi manfaat sama dimanfaatin.
Kamu harus punya kendali sama diri kamu sendiri..
Tanya benar benar sama dirimu?
Dia(mereka) benar peduli tulus sama kamu tidak, disaat kamu lagi enggak baik baik saja?
Disaat hidup lagi terpuruk, ada dia(mereka) yang hadir membantu tidak?
Apa cuma ngedeketin kamu saat ada mau nya saja?
Lagi butuh kamu, dia(mereka) jadi baik, merasa sipaling mengenal kamu? Padahal nyata nya.. Enggak sama sekali.
Giliran tidak butuh kamu, dia(mereka) biasa saja bahkan sekedar tanya kabar kamu saja enggak? Bahkan kadang acuh tak acuh..
Ada enggak manusia yang seperti itu?
Jawaban nya "banyak sekali"
(Terlebih jika menyangkut masalah uang, membantu - menolong orang lain dengan meminjamkan uang atau memberi uang..) ini salah satu contoh nyata yang sering terjadi dalam kehidupan.. Atau pun hal hal kebaikan lain nya,
Enggak peduli itu teman bahkan saudara sekali pun, kalau dia(mereka) baik nya saat ada mau nya atau lagi butuh nya saja sama aku..
Segimana butuh nya pun dia(mereka) sama aku?
Saat ini, aku sudah berani bilang "enggak bisa bantu"(sudah tidak ada kata enggak enakan lagi sama orang lain dalam kamus hidupku saat ini) Sekali pun sebenar nya aku mampu dan bisa bantu dia(mereka)
Terlepas dari sudut pandang dia(mereka) mau bilang aku kejam, jadi pelit bahkan jahat sekali pun, atau mau bilang aku gimana pun?
Terserah.. Itu diluar kendali ku dan bukan menjadi urusanku.
Yang bisa kita lakukan hanyalah mengendalikan diri kita sendiri dengan cara memberi pembatas(self boundaries) sebagai bentuk cara kita respect menyayangi diri kita.
Hidup itu pilihan, Hidup itu harus memiliki prinsip.
Anggap saja ini adalah sebuah prinsip.
Kenapa aku bilang gini?
Belajar dari pengalaman.. Yang dijadikan pembelajaran buat diri aku sendiri.
Bukan nya aku pamrih atau malah menjadi tidak ikhlas,,
Bukan sama sekali..
Meski ada petuah yang bilang "berbuat baik, ya berbuat baik saja.. Tanpa melihat orang yang kita bantu itu benar benar butuh dibantu atau tidak?"
Dulu aku juga pakai prinsip ini, tapi sekarang seiring berjalan nya waktu..
Banyak hal yang merubah ku,,
Dan aku tidak mau menjadi seperti itu lagi.
Terlepas dari hal hal ini, aku akan tetap menjadi manusia baik.. Meski aku masih jauh dari kata manusia baik, bahkan mungkin belum pantas disebut manusia baik.
Aku akan lebih menjadi baik(bersikap baik) kepada diriku sendiri dulu baru orang lain.
Karena kadang kita sampai lupa berbuat baik untuk diri kita sendiri, bahkan mungkin sering nya mengabaikan diri kita sendiri, demi berbuat baik atau mengutamakan orang lain.. hingga akhirnya kita menjadi lalai bersikap baik kepada diri sendiri.
Banyak manusia yang seperti ini, ternyata itu salah.
Ini bukan bersikap egois tapi lebih tepat nya bentuk kita menyayangi diri sendiri. (Mengutamakan diri kita sendiri, baru orang lain)
Aku tahu yang nama nya tabur - tuai, kita menabur hal baik pasti akan menuai kebaikan pula, meski kebaikan itu datang nya bukan dari manusia manusia yang sama(manusia yang pernah kita bantu atau bisa saja datang dari manusia lain yang membantu kita)
Karena tuai kebaikan itu, bukan melulu kebaikan kita dibalas kebaikan lagi oleh manusia, tidak selalu seperti itu cara semesta bekerja..
Bisa jadi kebaikan yang kita tabur berubah menjadi(kebaikan untuk diri kita sendiri, kebaikan panjang umur, kebaikan sehat jasmani - rohani, kebaikan hidup yang bahagia, kebaikan terhindar atau dilindungi dari marabahaya, kebaikan keberuntungan dalam hidup, kebaikan keberlimpahan hidup, kebaikan rejeki yang terus mengalir.. Dan bentuk kebaikan hal hal lain nya yang tanpa kita sadari datang kedalam hidup kita)
Kadang kita membantu seseorang, nolongin seseorang..
Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, lima kali dan seterusnya kita bantu dia(mereka)
Lama lama dia(mereka) menjadi tidak tahu diri..
Seolah itu adalah kewajiban kita harus terus membantu - menolong dia(mereka)
Tanpa dia(mereka) sendiri sadar atau berusaha merubah keadaan nya sendiri..
Menolong diri nya sendiri saja dia(mereka) tak mau? Hingga akhir nya selalu mengandalkan orang lain,
Manusia manusia seperti ini tuh, dibantu bukan nya sadar, bukan nya tahu diri, bukan nya lebih bersyukur, bukan nya termotivasi untuk merubah keadaan nya sendiri, tapi malah jadi ngelunjak.. Jadi seenak nya dan selalu berharap kepada kita..
Berpangku tangan sama kita,
Karena mereka mereka tahu,
Kita manusia baik, yang selalu membantu - menolong nya..
Kita harus bisa menilai,,
Mana yang benar benar memang layak untuk dibantu atau hanya sekedar keenakan(cari untung)? "Belajar bedain ya, kalau kita merasa enggak enakan terus..
Nanti diri kita sendiri yang rugi,
Bersikap seperti itu bukan kejam apalagi jahat, kita hanya berusaha untuk menyayangi diri kita sendiri"
Kita harus punya kendali atas diri kita sendiri,
Berbuat baik boleh, menjadi baik itu harus..
Menolong - membantu orang lain boleh banget,
Bermanfaat buat orang lainpun harus tapi jangan mau di manfaatin ya!
Ini adalah prinsip -Stoicism
Notetoself ✅
-Tita tarlaa-