Selasa, 26 September 2017

Tanyaku ?

Terkekang ya ?? selama enam tahun ini baru bilang terkekang.. aneh aku tak mengerti, apakah ini sebuah alasan ? atau sebuah kejenuhan saja, mungkin nampaknya dia mulai lelah. kemarin kemarin kemana saja ? ucap batinku. kenapa tidak diucapkan dari dulu..? dan setelah sejauh ini baru bilang terkekang. aku pikir semua berjalan baik baik saja dengan cerita ini dan dengan semua ini. akupun merasanya tidak ada yang aneh.
Dimana keterbukaan yang kamu bilang ? yang kamu maksud itu ? aku tidak terbuka, kamu marah marah. aku dibilang tidak jujur. faktanya aku menjunjung tinggi sebuah kejujuran. bukankah begitu denganmu juga ? aku rasa kamupun iya. namun sekarang kamu bilang terkekang dengan kita dan semua ini ? maksud nya apa coba ? apa iya selama ini setelah enam tahun kita saling mengenal dan menjalani ini semua ?? lalu kamu bilang ini semua salah aku kembali ?
Terkekang apa bosan ? bedanya begitu tipis bagai sehelai benang. kenapa dia buat cerita ini seolah olah aku yang salah sepenuhnya ? dan menjadi penyebab atas semua ini. meskipun dulu aku pernah salah, namun bukan berarti kesalahan ada di aku seutuhnya.
Ini cerita kita dan kita berdua ada didalamnya, kita terjerat sebagai pelakon utama dalam kisah ini. aku dan kamupun sama salahnya, jangan kesalahan tertumpu hanya padaku saja. seharusnya kita saling memahami dan saling berintropeksi diri, dimana salahnya kita berdua ? dimana kurangnya hubungan ini ? seharusnya dan seharusnya kita bisa berbenah diri, memperbaiki dan mencari cara untuk tetap berdiri.
Dan kamu sering bilang padaku jangan selalu cari pembelaan. pembelaan macam apa yang kamu tuduhkan ? aku tidak pernah membela diriku, dan disini aku hanya ingin meluruskan apa adanya saja bagaimana tentang kita ini. ketika sebuah kepercayaan saja sudah tidak ada lagi maknanya. lalu lagi dan lagi kembali aku yang disalahkan tanpa kamu lihat bagaimana diri kamu sendiri ? seperti apa kamu bersikap padaku ? ketika beribu kata sudah tidak ada artinya lagi, tidak ada makna untuk kamu mengerti ?  ketika kata kata berubah menjadi makian, dan terucap beribu kata kasar yang terdengar oleh telinga.
Kamupun masih dan selalu menyalahkan seolah aku yang salah ? aku yang terperangkap didalam cerita ini. dan ketika kata kataku ini telah menjadi " bacotan " untuk kamu..
Kamupun tetap menyalahkanku, tanpa pernah kamu pahami benar benar maksud dan arti dari ucapku itu apa dan bagaimana ? apa memang seperti ini kisah yang kita rangkai ? cerita yang kau ukir untuk ku ? ketika kesalahanku dahulu menjadi termometer yang selalu kau ukur, tanpa pernah kau sadari. disini ada aku yang benar benar telah berubah karena kamu. cobalah lihat hatiku bagaimana ? pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri ? tanpa kau selalu menyalakan aku.
Dan kini.. ketika banyak kemungkinan yang terjadi disini ada hati yang telah remuk redam. jahitan dan rajutan bongkahan hati yang pernah kau semai kembali retak setelah dihancurkan. kini kembali hancur dan lebih menjadi kepingan halus yang sudah tak terasa.
Diam mungkin kini itu yang terbaik. haruskah kisah kita berakhir disini ? mungkin sudah seharusnya kita mengakhiri ini semua. sudah tidak ada yang bisa untuk kita sama sama perjuangkan. aku memilih egoku, kamu memilih egomu. ketika mauku dan maumu sudah tidak bisa menjadi satu..
Sudahlah tak perlu dijelaskan apa yang terjadi ? toh tak ada artinya aku mencari. bagaimana juga dijelaskan tidak akan ada yang peduli. tidak ada yang mengerti. seperti apa dan bagaimana yang terjadi ? hanya hati yang dapat memahami.
Dahulu...... aku datang pada suatu hari. dimana aku pernah membawakan sebuah pelangi, hanya untukmu dan untukku. mengukir cerita berharap kita tak akan pernah terhenti. akan selalu terus tertawa dan menangis bersama mengarungi sang waktu. namun takdir sering kali tak sesuai. kita tak pernah benar benar tahu dan peduli bagaimana cerita ini terlahir dan bagaimana cerita ini harus berakhir ? bila memang begini maumu, maukupun menjadi begini. bila memang begitu maumu, maukupun menjadi begitu.
Satu ya tetap satu tidak bisa menjadi dua. dua pemikiran otak manusia yang sudah tidak bisa menjadi satu lagi. bagaimanapun halang rintang, tetap pisah jua yang terjadi. bukan kita yang kurang kuat. tapi kekuatan kita telah terhenti. ini bukan dongeng picisan yang sering orang orang bicarakan. bila mana apapun yang terjadi kan dihadapi berdua, walau kerikil tajam sekalipun datang menghadang. kenyataannya kita tak sekuat dan setegar itu.
Ternyata dongeng indahku mendadak terhenti. sudahlah ini bukan cerita manis yang dapat ku sajikan. hanya sebuah kisah yang terasa pahit bagai meneguk kopi hitam pekat yang di teguk oleh sang peminumnya, terasa pahit bukan ? mau bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur. semua sudah terlanjur, kini kita tinggal menikmati akhir dari sebuah alur.
# 10 juni 2017
note : terinspirasi dari cerita / curhatan seorang sahabat dan jadilah tulisan ini.
_ Tita wiradisastra _

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" PADA AKHIRNYA.. "

Dan pada akhirnya..  Bertemu dengan mu atau tidak dalam hidup ku? Itu tidak mengapa bagiku,  Setidak nya aku bisa belajar banyak hal dari mu...