Tak sabar rasa nya untuk membaca kembali buku di tangan ku ini,
Karena aku belum kelar membacanya.
Pelan pelan aku membacanya dicicil saat santai seperti sekarang , agar aku lebih dapat memahami isi dalam buku ini.
ingin segera melahap setiap rangkaian kata yang ada pada isi tulisan di buku besar ini. Buku besar dengan judul
" the seven habits of highly effective teens " ( 7 kebiasaan remaja yang sangat efektif ) karya sean covey.
Anak dari stephen covey penulis buku legendaris dengan karya serupa namun versi dewasa
" 7 Habits of Highly Effective People "
Buku yang sudah diterjemahkan kedalam 38 bahasa didunia dan sudah dicetak 15juta copy sejak pertama diterbitkan pada tahun 1989.
Sedangkan versi remajanya diterbitkan pada tahun 1998.
Terlihat berbobot sekali dari cover nya,
Awalnya aku berpikir ini adalah bacaan yang berat ,
Tapi ternyata tidak walau bahasa dan pembahasannya sedikit kaku.
Setelah perlahan aku menyusuri lembar demi lembar halaman yang ku baca buku ini bagus banget untuk pengembangan diri anak muda ,
menambah wawasan dan pengetahuan.
Tak salah iwan salah satu temanku merekomendasikan buku ini.
Menurut paradigma ku hampir seperti buku psikologi remaja.
Buku ini bercerita tentang kebiasaan kebiasaan remaja.
Aku ambil satu kutipan contoh kecil kebiasaan yang ke lima Dari 7 kebiasaan remaja yang harus di lakukan
" berusaha dulu memahami , baru di pahami "
menurut aku itu judul yang keren 👍
inti nya untuk bisa di pahami orang lain kita harus bisa memahami orang lain terlebih dahulu.
Kita harus bisa menjadi pendengar yang baik dan berempati tinggi.
Bukan hanya memahami orang lain,
kita pun harus bisa memahami diri kita sendiri.
Apa dan bagaimana diri kita ini ?
Bagaimana cara kita hidup nanti nya ?
Kalau kita sendiri tidak bisa memahami diri ini.
Karena hidup itu pasti dan selalu memiliki tujuan kedepan.
Tergantung bagaimana kita menyikapi dan memahami diri sendiri.
Seperti kata buku besar itu ?
" SIAPA KAH AKU " aku adalah KEBIASAAN.
karena kebiasaanmu akan menjadikanmu sukses atau menghancurkanmu.
Begitu pun situasi dan kondisi dalam hidupmu, lingkungan keluarga, lingkungan sekitar, dan lingkungan di luarmu.
Semua tergantung kamu bagaimana cara beradaptasi yang benar agar kelak kamu tidak salah langkah.
Kebiasaan itu berpengaruh besar membentukmu menjadi dirimu dalam hal apa pun.
Kau harus bisa memahami siapa dirimu ? bahkan di saat kondisi terjepit pun kita harus siap membacanya.
Judul yang ajaib sekali.
Namun mempunyai arti yang luas menurut analisis ku dari terjemahan artian yang paling bebas dari isi kepala ku ini.
Mayoritas kebiasaan baik sebenarnya harus dibangun dan ‘dibiasakan’ karena tidak datang dengan sendirinya.
Kebiasaan baik harus dilatih dan dipertajam serta cenderung membutuhkan lebih banyak perhatian dan energi untuk dikuasai ketimbang kebiasaan buruk.
Merubah kebiasaan menjadi kebiasaan baik tidak hanya mampu mengubah cara pandangmu terhadap dunia melainkan bagaimana dunia memandangmu.
Dan kini..
Aku mengambil sample dari versi dewasanya :
7 Habits of Highly Effective People
* Menjadi lebih proaktif (Be Proactive)
** Mulai suatu hal dengan memikirkan tujuan akhir (Begin with the end in mind)
*** Utamakan apa yang sebaiknya diutamakan (Put first things first)
**** Berpikir Win-Win (Think Win-Win)
***** Upayakan untuk memahami terlebih dahulu sebelum dipahami (Seek first to understand, then to be understood)
****** Sinergi (Synergize)
******* Pertajam kemampuan (gergaji, red) (Sharpen the saw)
" mengasah gergaji”,
merupakan perumpamaan dari diri anda.
Ketika diri Anda sudah terlalu lelah, maka lakukanlah pembaruan meliputi empat hal,
yaitu fisik (olahraga, nutrisi, manajemen stres),
mental (membaca, visualisasi, perencanaan, menulis),
spiritual (penjelasan nilai & komitmen, studi & meditasi)
dan sosial/emosional (pelayanan, empati, sinergi, rasa aman intrinsik).
Tuhan bekerja dari dalam ke luar. Dunia bekerja dari luar ke dalam. Dunia akan membentuk manusia, tapi Tuhan dapat mengubah sifat manusia.
_ Ezra Taft Benson _
Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan kebiasaan. (Aristoteles)
Kadang ketika saya mempertimbangkan betapa luar biasanya konsekuensi dari hal-hal kecil… Saya tergoda untuk berpikir, sebenarnya tidak ada hal-hal kecil.” Bruce Barton (h. 287)
7 Habits of Highly Effective People:
1) Mengambilalih kendali atas hidup Anda sendiri
2) Membuat keputusan yang lebih pintar dan startegis
3) Mengelola dan memperbaharui relasi dengan keluarga dan teman
4) Mengalahkan kebiasaan buruk
5) Meningkatkan produktivitas
6) Menyeimbangkan hidup dan pekerjaan
7) Menjalani hidup yang lebih bahagia
Covey menjelaskan model "Spiral ke atas" ( garis bergelombang tanda panah keatas )
dalam bagian mengasah gergaji.
Ibarat diri adalah melalui hati nurani kita, bersama dengan kemajuan yang berarti dan konsisten,
spiral akan menghasilkan pertumbuhan, perubahan, dan perkembangan yang konstan.
Pada dasarnya seseorang selalu berusaha mengintegrasikan dan menguasai prinsip-prinsip yang diuraikan dalam 7 kebiasaan pada tingkat yang semakin tinggi pada setiap iterasi.
Perkembangan selanjutnya pada kebiasaan apapun akan membuat pengalaman yang berbeda dan Anda akan mempelajari prinsip-prinsip tersebut dengan pemahaman yang lebih dalam.
Model spiral ke atas terdiri dari tiga bagian:
belajar, komitmen, melakukan.
Menurut Covey,
seseorang harus semakin meningkatkan pembelajaran hati nuraninya agar dapat tumbuh dan berkembang pada spiral ke atas.
Ide pembaharuan dengan pendidikan akan mendorong seseorang menuju kebebasan personal, rasa aman, kebijaksanaan, dan kekuasaan.[6]
#note : sebagian kata kata ada yang aku copy paste.
Untuk mencari sample
" 7 habits of highly effective people "
Karena aku belum baca versi dewasa nya , hanya membaca dari artikel dan berbagai sumber yang kutemukan di mbah gugel.
Dan ini adalah penampakan versi remajanya , buku yang sedang kubaca saat ini.
ketika membaca aku seperti duduk disinggahsana , maka membacalah karena membaca akan membangkitkan roh roh kecerdasan dalam diri kita "
By : andrea.hirata
.
.
itulah kutipan yang aku baca dari salah satu penulis favoriteku ,
membaca membuka wawasan ,
membaca membuka pengetahuan.
Ketika mata adalah jendela dunia ,
maka membaca adalah jendela ilmu.
Dengan ilmu kita jadi tahu , dengan ilmu kita jadi paham.
Hidup akan jauh lebih mengasikan dan jauh lebih berguna dengan kita tahu ilmunya.
" orang pintar akan berkata betapa menyenangkannya orang yang berilmu ,
sedangkan orang cerdas akan berkata betapa pintarnya menjadi cerdas karena ilmu "
Apalah arti memiliki segala harta yang berlimpah jika kita tidak miliki ilmu didalamnya.
Jangan lah malu bila miskin harta,
Namun malu lah bila miskin ilmu.
Karena harta tanpa ilmu akan sia sia
Harta tanpa pondasi ilmu dan iman akan binasa
Ilmu itu kuncinya iman ,
Ilmu itu pengendali nya harta.
Karena dengan ilmu kita dapat mengelola harta.
.
Maka perbanyaklah membaca , membaca untuk hidupmu.
Bukankah nabi kitapun selalu mengingati dan mengajarkan kita tentang apa itu membaca agar kamu dapat memahaminya " Iqra' yang artinya bacalah "
Iqra pun ada empat makna didalamnya :
Pertama " Iqra' how to read "
Kedua " Iqra' how to learn "
Ketiga " Iqra' how to understand "
Keempat " Iqra' perfecting "
" Iqra' pertama sekedar membaca,
iqra' kedua mendalaminya,
iqra' ketiga menghayati dan mengamalkan, dan keempat adalah menyempurnakan "
Life is a book ,
Everyday has a new page.
With adventures to tell ,
Things to learn and tales to remember
Hidup adalah sebuah buku,
Setiap hari memiliki halaman baru.
Dengan petualangan untuk diceritakan,
Hal-hal yang harus dipelajari dan dongeng untuk diingat .
Maka jangan malas untuk selalu membaca ya 📖📚
.
Tidak ada kata telat dan terlambat untuk memulai membaca.
Latihlah dirimu untuk membaca , agar menjadi sebuah kebiasaan dalam hidupmu. Dan rasakanlah keajaiban didalamnya.
Membaca bukan saja merubah dirimu, namun dapat merubah hidupmu.
_ Tita nurlela _


Tidak ada komentar:
Posting Komentar