17 September 2020
Heii kamu.... Iya kamu...
Berani berani nya kamu hadir dalam mimpiku secara terus menerus.
Padahal aku sama sekali tidak memikirkanmu sedetikpun. Namun mengapa 3hari kebelakang kau bermain dimimpiku.?!.
Mimpi pertama, aku terbangun dengan memimpikanmu.
Mimpiku terasa random, namun yang aku ingat kau ada dimimpiku. Aku terbangun.. Dan ku anggap itu hanya bunga tidur saja. Akupun tak memikirkanmu, rutinitasku kembali dan menjalani hari ini seperti biasa tanpa terlintas mengingatmu sama sekali dalam pikiran juga hatiku.
Dan malam nya mimpi kedua, akupun memimpikanmu kembali.. Sekilas kuingat dengan jelas, kau tersenyum dan kita berbicara. Lalu kitapun tertawa, tanpa aku tahu apa yang sedang kita bahas. Mimpiku random kembali namun tetap ada kamu didalamnya.
Paginya aku terbangun.. Masih dengan rasa yang biasa saja, aku anggap bunga tidur. Dan mimpi tentangmu berlalu begitu saja. Tak ku hiraukan. Aku kembali dengan rutinitasku.
Malam harinya mimpi ketiga, masih terekam jelas dalam ingatanku. Aku bertemu kau dikantin sekolah, namun itu bukan kantin sekolah semacam tempat makan. Kau mengajakku bercanda dan mimpiku random kembali, tiba tiba aku ada disebuah rumah besar dan kau didalamnya sedang mengetik pesan padaku bahwa kau ingin liburan. Random sekali... Tak ingat lagi selanjut nya aku bermimpi apa?
Hingga pagi tiba, akupun terbangun dalam tidurku...
Aku menghela nafas panjang, astaga.. Mengapa aku memimpikan nya lagi? Ini bukan mimpi seram, malah terasa indah, seperti seolah aku dalam negeri dongeng.. Terasa nyata hadirnya,
Aku bertanya dalam hatiku? Ini 3kali berturut turut selama 3hari kebelakang, aku bermimpi tentangnya.
Padahal tidak sama sekali aku memikirkannya, ataupun mengingatnya dalam hidupku kini... Aku bahkan sama sekali telah melupakannya.
Tak pernah sekalipun dalam kehidupanku dimasa ini terlintas tentangnya lagi, sedetikpun tidak ada waktu untuk mengingatnya.
Kurasa jejaknya.. sudah aku tinggalkan jauh berpuluh puluh bahkan ratusan, hingga ribuan jarak kilometer kebelakang, tanpa pernah aku menoleh kembali.
Tentangmu hanya masa lalu yang telah hilang..
Bahkan arsipmu telah usang tersimpan dalam sebuah kotak yang sudah tak berpenghuni, kotak yang sudah terbengkalai kini..
Perlahan tentangmu pun telah memudar dalam ingatanku, tak ada yang tersisa untuk ku sebut itu sebagai kenangan.
Bayanganmupun perlahan melenyap, seiring waktu berjalan..
Mungkin pada masanya kau adalah seseorang yang sangat berarti dan begitu istimewa dalam hatiku, hingga kau memiliki 1 ruang tersendiri terpisah dengan cerita yang lain dalam kotak itu. Yang kuberi nama kotak kenangan.
Namun kini.. Tentangmu sudah tak pernah terlintas dalam hati, bahkan ingatanku.
Dan dengan santainya kamu masuk secara acak juga tiba tiba dalam mimpiku 3hari berturut turut..
Dalam mimpipun aku sudah tidak ingin melihatmu, namun mengapa nyatanya kau masuk dalam mimpiku?? Entah apa yang tersimpan tentangmu dalam alam bawah sadarku??
Itu bukan inginku, itu bukan kemauanku.. Kau wara wiri dalam mimpiku.
Namun.. 1 hal yang aku ingat,, Aku melihat diriku sendiri bersamaku didalam mimpi begitu bahagia, tertawa, berbicara, senyumanmu, senyumanku, candaan kita. Juga kerandoman mimpiku denganmu dalam alur yang tidak jelas.. Semua terasa begitu menghangatkan ku hingga aku terbangun dipagi hari.
Ada kehangatan tersendiri yang menjalar kurasa dalam hatiku, namun entah apa??
Aku berharap kau selalu baik baik saja dimanapun kau berada.
Semoga tuhan memberkati hidupmu. Dan membuatmu selalu bahagia dengannya.
Begitupun dengan aku disini sudah jauh lebih bahagia bersama seseorang.
Kamu tahu? Seseorangku mungkin tak setampan kamu. Sama sepertimu dia hanya manusia biasa yang jauh dari kata sempurna. Namun cara dia memperlakukan ku, begitu baik. Dia menjagaku, dia amat peduli terhadapku.
Entah secara kebetulan ataupun beralasan dari tuhan.. Tgl lahir dia denganmu hanya beda sehari. Seolah terasa ada benang yang selalu mengikat diantara kita, meski aku tidak denganmu. Dan kamu tidak denganku.
Tuhan menggantikan mu dengan cara yang amat baik.
Tidak ada yang aku sesali dengan apa yang telah terlewati.
Tentang kamu, tentangku, dan juga tentang kita.
Biarlah menjadi perjalananku membentuk sebuah cerita kita. Bahwa akupun pernah begitu sangat beruntung disayangi dan dicintai oleh cinta pertamaku. Meskipun tak berakhir indah.
Terimakasih kau telah mewarnai sebagian masa remajaku,
Untuk pertama kalinya dalam hidupku,,
Seseorang mengajarkan aku tentang apa itu rasa nya jatuh cinta? (rasa cinta yang dimaksud bukan dengan keluarga atau sahabat ) cinta antara dua manusia. Seperti adam dan hawa, romeo n juliet, rose n jack, juga galih dan ratna. Mungkin umpamanya seperti itu..
Cinta yang sederhana, naif dan konyol.. Namun tidak penuh dengan kepura puraan, dengannya adalah jatuh cinta seperti anak kecil yang polos memandang dunia.. Cintanya mengajakku merangkai kata, cintanya seperti roda sepeda yang berputar dengan irama.. Seperti " cintanya penulis favoriteku andrea hirata kepada aling bagai komedi putar " cintanya mengajakku menari, menyanyi, membaca, menjadi diriku sendiri, cintanya itu kata yang tak terjeda, tanpa ada titik, spasi dan koma, cintanya itu gemercik hujan, cintanya itu pelangi, cinta nya itu balon udara, cintanya itu langkah kaki, cintanya itu alunan melodi, cintanya itu api yang membakar, cintanya itu air yang mengalir, cintanya itu awan yang teduh, cintanya itu cuaca yang panas, cintanya itu senin sampai minggu, cintanya itu seperti nol hinggal bilangan tak terhingga, cintanya itu genre romansa, rompis, romance, komedi, fantasi, melodrama namun bukan fiksi. Cintanya itu seperempat lembaran putih abu abuku, cintanya itu fiersa besari celengan rindu, cintanya itu tukar jiwa seperti lagu tulus, cintanya pun malu malu, cintanya itu cinta pertamaku dan cintanya itu adalah cinta masa remajaku.
Dia membawaku dengan caranya.. Mengajarkanku bagaimana menyayangi dan mencintai dengan indah.
Ada hatiku yang pernah dengan begitu tulusnya menyayangi seseorang, Tanpa pernah ia memintanya.
Begitupun sebaliknya akupun pernah merasakan disayangi dan cintai setulus hati.
Ya.. Seperti itulah aku mendeskripsikan tentangnya.
Tak akan pernah ada jeda, titik dan koma juga tak ada habisnya jika aku mulai kembali menggali tentangnya dalam ingatanku. Menggambarkan sosoknya dalam cerita hidupku.
Tentunya tentang diapun tak selalu berjalan mulus seperti aspal yang lurus.. Ada pro dan kontra melengkapi didalamnya, ada tawa juga air mata mewarnainya.. Ada pahit dan manis menemaninya. Campur aduk, nano nano menjadi satu cerita dan kini menjadi sebuah kisah klasik dalam masa depanku. Saat aku mengenang tentang nya.
Kadang aku tersenyum sendiri mengingat setiap moment dengannya, kadang aku membenci diriku sendiri.
Diriku yang terlalu naif dan begitu bodoh. Dan sejenak akupun menertawakan diriku sendiri.. Bisa bisa nya aku jatuh cinta sebodoh itu dengannya, kadang logika tak selaras dengan hati. Dan hati berhasil menguasai logika..astaga.. Bagaimanapun dulu kita hanya remaja. Seperti lagu hivi remaja. :))
Saat ini.. Ya saat ini.. Aku sudah berada dimasa kini dan dalam perjalananku melangkah jauh kedepan menuju masa depan.
Cepat atau lambat aku,kamu. Kita sama sama perlahan tapi pasti sudah meninggalkan jejak dimasalalu dan menguburnya dalam memory.
Mungkin hanya sesekali akan menyapa cerita kita atau bahkan tak akan pernah menyapa kembali.
Seperti aku ini, mungkin bila aku tak bermimpi bertemu denganmu, bila kau tak masuk dalam mimpi indahku.
Aku tak akan kembali mengusik dan membahas tentangmu dalam catatanku ini. Sedikit menggelitik memang, tapi ini menarik..
Aku bisa bercerita pada catatanku, menceritakan tentang sosokmu kembali.
Perlahan arsipku terputar, masih terekam jelas dalam ingatanku caramu tersenyum dan menatapku. Saat itu terasa bergetar dalam hatiku. Kau dengan rambut bagai tentara itu tidak botak tapi berambut meski hanya 3cm dan topi kesayanganmu yang selalu kau pakai tiap bertemu denganku, tampak jelas dimataku kau terlihat lucu dan malu malu. Lambaian tanganmu dibawah tiang lampu sebrang jalan rumah ibu kosanku dengan telepon genggam ditelingamu yang sedang menelponku. Pandanganmu yang terarah pada jendela kamarku dilantai atas, ada aku yang membalas lambaian tanganmu dan tersenyum didalam jendela. Kedua bola mata kita saling bertemu dan binar itu terasa menyinari mata kita masing masing. Mungkin terlihat biasa saja dan sepele. Namun percayalah bagi sebagian anak manusia yang sedang kasmaran itu terlihat begitu indah dan beromansa. Salah satu moment yang tak terlupakan dalam ingatanku bersamanya.
Apakabar akhir tahun 2007 - 2008 ? Tahun yang aku rasa untukku.. menjadi hari,minggu,bulan,detik,menit,jam yang setiap hari terasa berwarna dan membuat hati bergetar karena adanya cinta pertamaku. Tanpa sengaja dia hadir, dan berhasil masuk dalam palung terdalam dihatiku. Tahun yang penuh nano nano bersamanya.!
Hmm.. Rasanya sudah cukup, aku bercerita panjang kali lembar tentangnya.. Karena setiap kali aku kembali menceritakannya. Memoryku berhamburan rasanya tak ingin berhenti menceritakan semua tentangnya. Stop!!! Waktunya berhenti. Tanganku, ketikanku sudah pegal sekali membahasnya.. Akhiri tulisan ini dengan kata titik secepatnya tha.
Sudah cukup berceritanya, dan silakan kembali kemasa kini. Kesadarankupun kembali.. Ketika sesaat terhenti.
Sekali lagi tak ada yang aku sesali tentangnya.. Terimakasih hanya itu yang bisa kuucapkan untuknya.
Baik manis maupun pahit yang pernah tertoreh atas cerita kita dulu.
Aku tetap BERSYUKUR. ada PENGALAMAN, PEMBELAJARAN berharga didalamnya.
Secara tidak langsung yang mengubah pola pikirku, diriku, juga hidupku kini untuk menjadi sesuatu yang jauh lebih baik, meski tanpa kamu dan tidak dengan kamu.
Jejakmu mungkin sudah jauh tertinggal, namun semangat dan inspirasimu selalu tersimpan dalam ingatanku. Aku pernah jadi inspirasi dan semangatmu, begitupun kamu pernah menjadi semangat dan inspirasiku.
Banyak yang datang dan juga pergi setelahmu. Namun kau yang paling membekas dalam ingatan.
Tentangmu bukan akhir segalanya dari ceritaku.. Namun awalan yang baru untuk cerita baru dalam kehidupanku, seperti kata salah satu lagu band favoritemu " menghapus jejakmu " ((: kucoba untuk lanjutkan hidup.. engkau bukanlah segalaku, bukan tempat tuk hentikan langkahku. Usai sudah semua berlalu biar hujan menghapus jejakmu :))
Terimakasih #astabust
Sekali lagi aku BERSYUKUR, ya aku bersyukur berada dimasa kini, dengan dia yang sekarang.
_ tita nurlela _
Tidak ada komentar:
Posting Komentar