Hallo oktober 🙋♀
Welcome oktober..
All the best this month 🙏 aamiin.
Semoga selalu menjadi awal yang baik.
Halo blog, aku back again..
Gimana kalo kita nyanyi dulu ya sebelum mulai nulis, ok..hehe.
" Begitu banyak cerita ada suka ada duka, cinta yang ingin kutulis.. Bukanlah cinta biasa..ohooooo "
Terimakasih sekian, by : siti.nurhaliza.
Kenapa jadi nyanyi lagu ini sih?
Pas banget aja sebenarnya.. Lagu ini sedang terputar dari sebuah mini market, sebut aja indomaret..
Dan langit pun perlahan menjadi abu abu, karena tiba tiba hujan deras disiang hari yang panas.
Ceritanya tadi siang aku habis dari atm dimini market itu. Sekalian membeli beberapa cemilan kesukaanku.
Dan taraaa... Tiba tiba hujan datang menyapa tanpa aba aba, seperti kamu yang datang menyapa sesukanya.. Uhuy. 😁
Akhirnya akupun memutuskan untuk berteduh didepan mini market itu bersama orang orang yang terjebak hujan disana. Sambil menunggu doiku datang.
Riakan air hujan menari dengan indahnya didepan mataku, suara air hujan menciptakan nada gemercik yang damai kala ku mendengarnya. Membuat ku terasa nyaman akan euforianya.
Ku perhatikan sekeliling, Semua orang yang sedang berteduh didepan mini market ini, sibuk dengan rutinitasnya masing masing.
Ada yang sedang mengobrol dengan temannya, ada yang sedang fokus menatap layar ponselnya, anak kecil yang tidak jauh dariku sedang bercengkrama dengan ibunya.
Semua punya aktifitas masing masing, bahkan abang tukang parkirpun sibuk memarkir kendaraan yang datang didepan mini market itu, dengan alat pelindung sebuah kardus ditangan kirinya memayungi kepalanya, dan tangan kanannya mengarahkan kendaraan yang akan berhenti untuk parkir. tetap saja air hujan dapat menembus kardus mie instan itu, dan ia kebasahan..
Abang parkir pun tak peduli akan dirinya yang kehujanan, ia tetap tersenyum ramah, menyapa siapapun yang melintas didepannya.. padahal terlihat jelas dari raut matanya.. ia begitu lelah.
Pandanganku'pun terarah pada hal lain dibelakangku, ternyata ada sebuah kucing didekat tumpukan galon depan mini market ini.
Kuperhatikan kucing itu, ternyata itu seekor kucing betina. Kucing itupun sedang berteduh,
anak kecil yang sedang bercengkrama tadi dengan ibunya, memanggil kucing itu..pus..pus.. Begitu panggilnya..
Tapi kucing itu takut untuk mendekat, ibu paruh baya itupun berbicara pada anaknya..
" kucingnya takut dek, gak mau didekatin " begitu ibunya berkata.
Sang anak : emang nya aku nakutin ya bu ? Jawab sang anak dengan polosnya.
Dan anak itupun tertawa :D
tawanya yang terlihat renyah dimataku. matanya yang bulat, kulitnya yang terlihat putih alami, wajah yang menenangkan, dan pikiran lugu itu yang belum terdoktrin dunia.
Anak perempuan kecil yang lucu sekitar umur 6tahunan mungkin usianya.
Aku hanya tersenyum melihatnya...
tak jauh dariku, anak kecil itupun sadar aku perhatikan, jadinya dia caper didepanku.
Tak lama kucing itupun menghampiriku, entah kenapa kucing itu mendadak manja padaku,
Kucing itu mengelus ngelus kakiku dengan kepalanya dan wajah memelasnya yang minta diperhatikan. Seolah kucing itu tahu bahwa aku seorang cats lover.
Akupun refleks berjongkok mengelus kepala kucing itu.
Kucing itu tampak terasa nyaman dan mengeong padaku.
Anak kecil itu melihatnya, dan menghampiriku..
Ibu kucing nya gak takut sama kakak ini? Kenapa sama aku takut ya bu? Ibunya pun tersenyum.
Makanya dek jangan suka ngambek, jadi kucingnya takut.. Dengan senyum mengembang dibibir ibu itu :))
Kakaknya pasti orang baik, kucing juga tahu mana orang baik jadi kucingnya gak takut dek.
Anak kecil : emang nya gitu ya bu?
Ibu : iya, makanya kamu harus jadi anak baik jangan suka ngambek biar kucing nya gak takut.
Bukan kucing aja dek, semua hewan tahu loh mana orang yang baik. Kalo orang baik itu pasti akan disenangi siapapun, entah orang ataupun hewan.
Akupun ikut tersenyum mendengar perkataan ibu itu.
Yups.. Setiap orang tua punya caranya sendiri untuk melatih anaknya dalam hal baik.
Selang beberapa saat perlahan hujan'pun hampir mereda, hanya menyisakan gemercik gerimisnya saja..
Perlahan para pengendara sepeda motor yang meneduhpun mulai melanjutkan kembali perjalanannya, begitupun dengan sang ibu dan anak kecil tadi.
Tidak berapa lama doikupun muncul dan menepikan mobilnya, doiku turun dari mobilnya dengan membawa payung ditangannya, menjemputku diberanda mini market itu.
Aku bergegas kedalam mobil dan membuka dashboard dihadapanku, mencari toples berukuran sedang yang memang disimpan di dashboard. Lalu aku mengambilnya dan membawanya keluar.
Aku bilang pada doiku, sebentar.. Tanpa dijelaskan'pun doiku sudah mengerti. Karena aku membawa toples itu ditanganku.
Dengan memakai payung, aku kembali keberanda mini market itu, menghampiri kucing liar itu dan memberi nya makanan dari dalam toples itu dengan beralaskan kardus yang ada didepan mini market itu.
Aku dan doiku memang selalu menyiapkan dry food kucing didalam toples tiap kali berpergian, karena kita tak pernah tahu akan bertemu kucing liar diluarsana. Meski kita tidak bisa membawa kucing kucing liar yang kita jumpai untuk pulang. Setidaknya kita bisa memberi makan kucing liar itu dijalan saat bertemu dengan kita.
Itulah hal yang selalu aku lakukan bareng doi.
Banyak cara untuk menebarkan kebaikan, setiap orang pasti punya caranya masing masing.
Seperti doiku. Yang terlihat sangar, berwajah galak.. dan juga terlihat cuek dari luar, tapi siapa yang menduga sebenarnya dia punya hati yang lembut, baik dan juga penyayang anak kecil.
Doiku tak pernah menampakan perhatiannya, namun dia punya caranya sendiri untuk peduli denganku. Mungkin tidak semua orang memahaminya, dari luar doiku terkesan dingin bagai esbatu yang membeku. Dia memang tidak seramah aku yang dapat dengan mudah membaur juga menyapa orang lain.
hanya orang orang yang telah menyelami hatinya, maka akan tahu betapa baiknya dia. Betapa carenya dia pada orang orang disekitarnya dan juga keluarganya.
Aku dan doipun melanjutkan perjalanan kami.
Tadi itu aku dan doi memang berencana untuk belanja bulanan, tapi aku ingin mampir sebentar kemini market, untuk membeli beberapa cemilan kesukaan aku yang memang tersedianya hanya ada dimini market tersebut dan sekalian tarik tunai.
Aku kemini market, doiku pergi kepombensin untuk mengisi bahan bakar. Karena tidak jauh dari mini market itu ada tempat pengisian bahan bakar disebrang jalan.
Diperjalanan akupun bercerita pada doi, tentang anak kecil dan sang ibu..
Doiku berkata yang dibilang ibu itu emang benar,
Kamu itu memang orang baik, kucing aja bisa merasakan kebaikan dan kehangatan yang kamu punya. Sekalipun itu kucing liar, karena gak sembarangan kucing liar bisa langsung akrab atau manja ketika berada didekat manusia yang gak dikenalnya.
Rata rata kucing liar akan takut, jelas kucing liar merasa takut. Karena sang kucing belum tersentuh oleh manusia atau bisa jadi kucingnya takut dilukai, jadi menjaga jarak dengan manusia. Namun kucing liar juga punya insting sendiri untuk menilai manusia. Semua kucing atau pun binatang lain tahu mana manusia baik dan manusia yang tak baik.
Ya contohnya kek kamu ini sayang..
Kamu itu penyayang, kamu juga punya hati yang baik. Aura kamu juga positiv :))
Kucing liar aja tahu..
kucing aja bisa nyaman dideket kamu.. Apa lagi aku, ya gak? Begitu ucap doiku dan diiringi dengan senyuman tulus dari bibir doiku. :))
Dan akupun membalas senyuman doiku, lalu berkata.. Dasar kamu teori dari mana itu ? Doikupun menjelaskan nya bla..bla..bla.. Kitapun sepanjang jalan membahas perbincangan tadi sesekali diselingi canda tawa bersama 🤗
Akupun senyum senyum sendiri menulis ini, saat teringat kata kata doiku.
Sesederhana perkataan nya, namun maknanya amat mendalam.
_ Tita nurlaila _
Sampai jumpa dicerita dailyku lainnya..
Tentunya dengan cerita cerita yang lebih seru dan juga mengasikan.
Semoga ada hal baik yang bisa didapat dan menjadikan nya inspirasi ya..
Pesan yang tersurat ini, semoga bisa diserap oleh makna yang tersirat didalamnya ya :))
Teruslah berbuat baik dimanapun kita berada.
Sekecil apapun itu kebaikan yang kita tabur, akan selalu ada hal baik yang menyertai setelahnya... 🙏 😇
Tidak ada komentar:
Posting Komentar