Senin, 28 Oktober 2019

Shankara , where are you ?

Tiga hari sudah shankara gak pulang kerumah.
Jadi sedih gini, dari kemarin udah dicari kesana kemari tapi gak ketemu temu juga.
Terakhir sore tiga hari yang lalu ada kara dipekarangan rumah, itupun habis aku kasih makan ayam rebus kesukaannya.
Cuma memang ada sedikit aneh aku lihat kara.
Jalannya agak pincang gitu kaki belakangnya.
Cuma aku urut urut pelan aja, terus kara tiduran diteras depan rumah.
Magrib sama isya kara masih ada didepan teras rumahku.
Aku bawa dia kedalam rumah, namun dia mau nya keluar rumah mulu. Pengennya diam didepan teras.
Yaudah aku biarin kara didepan teras rumah, sesekali sambil aku perhatiin kara dari jendela ruang tamu.
Lepas dari penglihatanku, aku tinggal bentar kedalam. Kara udah enggak ada diteras.
Aku berpikir positif aja saat itu. Mungkin kara lagi pup dipasir dipojok pekarangan.
Biasanya abis pup kara suka diem diteras lagi, tapi aku tungguin sampe jam 22.00 malam. Kara gak muncul muncul , masih dengan berpikir yang positif.
Aku mikirnya paling kara main sama gogo kucing tetangga sebelah. Karena kara emang suka diem dirumah sebelah juga kalau malam. Suka tidur sama gogo dibawah mobil tetangga.
Aku jarang sekali memasukan kucing kucingku kedalam rumah. Meski sesekali aku suka memasukan mereka kedalam rumah. Namun tetap saja shankara dan catty memang inginnya diam didepan teras. Namun diteraspun sudah aku siapkan box untuk kara dan catty.
Agar kucing kucingku tahu itu sebagai rumah mereka.

Esok paginya, aku masih tetap berpikir positif soal kara. Sudah waktunya makan pagi untuk kara. Aku panggil panggil namanya shankara..shankara.. Nyamnyam. Biasanya dia langsung muncul dari pager samping bila aku panggil panggil seperti itu. Karena dia pasti tahu sudah waktunya makan.
Namun kara enggak muncul muncul juga, aku cek kerumah tetangga. Cariin kara biasanya kan memang suka main sama gogo. Kebetulan sama sama jantan. Gogo dan kara akur. kata tetangga gogo juga enggak ada, mungkin lagi ngider ( main / menjelajah ) sama kara juga.
Namanya kucing domestik ( kucing kampung ) memang kebiasaan mereka pergi pergian dan tiba tiba pulang sendiri.
Termasuk shankara dan gogo seperti itu juga.
Bukan sekali dua kali kara ngilang main keluar dan pulang kerumah cuma makan doang.
Jadi aku anggap udah biasa. Enggak terlalu dicemaskan olehku.
Karena kucing domestik karakternya seperti itu, enggak bisa didalam rumah lama lama. Mereka bakalan enggak betah atau stres kalau dirumah terus. Jadi ya aku biarin kara berkeliaran sesukanya.
Toh shankarapun tahu jalan pulang kerumah.
Kalau lapar pasti pulang.
Aku juga sering ajak kara main dirumah , dipekarangan. Aku sayang2 kara. Bukan kara aja tapi catty pun sama aku sayangi dan ajak main.
Kebetulan kucing domestik yang benar benar aku rawat dan tinggal sama aku , shankara dan catty. Yang lainnya kucing kucing domestik ( kucing kampung ) liar sekitar komplek yang suka datang kerumah disaat mereka lapar atau sedang mencari makan.
Aku memang suka banget sama semua jenis kucing. Terlebih kucing domestik. Meski aku tidak bisa merawat semua kucing domestik / kucing liar yang kutemui atau datang kerumahku. Setidaknya aku bisa berbagi makanan shankara dan catty untuk kucing kucing liar itu semampu aku.
Memang suka banyak kucing yang bulak balik datang dan pergi kedepan teras rumahku hanya sekedar mampir untuk mencari makan. Namun dengan senang hati aku selalu menyabut mereka kucing kucing liar yang kerumah.
Aku beri mereka makanan ( power cat ) aku ajak mereka bercanda dan ku elus elus mereka. Kalau kucing kucing liar yang suka datang kerumahku mereka sudah tidak takut padaku jika aku mengelusnya. Mereka justru manja sekali padaku. Berbeda halnya dengan kucing liar yang baru bergabung atau pertama kali mampir kerumahku. Terkadang ada saja kucing liar yang takut aku sentuh dan berujung lari menjauh dariku.
Kalau kucing kucing liar seperti itu miris sebenarnya hatiku sedih terluka melihat mereka. Karena mereka takut dengan manusia, menganggap manusia sebagai musuhnya atau meski hanya menjaga jarak dari manusia.
Kucing kucing liar itu berarti sudah mengalami pahitnya hidup seperti disakiti manusia jahat, digalaki manusia, dll. Kucing kucing liar itu untuk mencari makan diluar sana, merekapun survive sendiri.
Kadang aku sampe mikir sendiri, kok ada ya manusia manusia tega diluar sana yang suka jahatin hewan. Contohnya kucing. Padahal kucing tidak mengganggu mereka.
Para kucing liar mendatangi mereka hanya untuk mencari sesuap makanan saja, tidak lebih. Tapi kenapa masih saja ada manusia tega yang menjahatinya.
Mengusirnya, menendangnya, mengkasarinya. dll. Setidaknya bila memang tidak suka kucing, tak perlulah sampai menyakitinya.
Apa sulitnya memberi sebagian makananmu untuk kucing. Bukan sebagian. Lebih tepatnya sedikitnya makananmu pada kucing.
Itu tidak akan membuatmu miskin.
Aku hanya mampu mengelus dada memikirkannya.
Balik lagi sama shankara.
Kara pun belum datang datang juga. Aku terus memanggil manggil namanya dan berkata kara nyamnyam..nyamnyam. tetap nihil kara tidak ada, sementara catty sudah habis saja makanan dimangkuknya. Dan sudah kembali bermain lagi disekitar pekarangan.
Masih terus aku berpikir positif. Mungkin kara betah main sama gogo diluar, nanti juga pulang sendiri sahutku.
Namun ternyata hari semakin sore, berganti malam dan kara belum pulang juga karena kara belum makan dari tadi.
Akhirnya akupun mulai cemas dan mulai mengkhawatirkan nya. Aku berharap dan berdoa semoga kara besok pagi ada didepan teras rumahku.
Namun ternyata esoknya kara tetap tidak ada didepan rumahku. Kembali aku bertanya pada tetangga sebelah. Dan gogo nyatanya ada dipekarangan rumah nya,
Aku pun mencari kara sekitaran komplek dan menelusuri jalan jalan besar yang tak jauh dari perumahanku untuk mencari kara. Namun hasilnya nihil.
Kini tiga hari sudah shankara tidak pulang kerumahku. Dan aku semakin khawatir karenanya.
Kara kemana ? Kara dimana ? Lagi apa ? Gimana makannya ? Hatiku tiba tiba ngilu mengingat kara.
Aku berdoa untuk shankara kucing domestik ku. Dimanapun kara berada baik baik selalu, semoga sehat selalu dan dilindungi oleh allah.swt. semoga kara cepat pulang kerumah.
Emak kangen kara. I Love you shankara. ❤
Allah with you.












Semoga shankara selalu baik baik saja dimana pun berada. Aamiin 🙏
Entah ada atau tak adanya kara.
Emak selalu sayang kara ❤

#myShankara #parakucings #domestikcat #feliscatus

_ Tita Nurlaila _

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" PADA AKHIRNYA.. "

Dan pada akhirnya..  Bertemu dengan mu atau tidak dalam hidup ku? Itu tidak mengapa bagiku,  Setidak nya aku bisa belajar banyak hal dari mu...